Sri Juniarsih Minta Sinergi Kuatkan Pendampingan, UMKM Jadi Pendongkrak Pariwisata Berau

Oleh
mediatani.id
Diposting
Senin, 25 Mei 26
Bagikan

Mediatani. Id, Berau- Penguatan sektor ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi instrumen memperkokoh sektor pariwisata di Kabupaten Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengajak Persatuan Istri Tentara (Persit), Bhayangkari, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga Dekranasda untuk saling berkolaborasi menaikkan kelas UMKM lokal.

Menurut Sri Juniarsih, lompatan besar di sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal mutlak diperlukan.

Hal itu mengingat Berau memegang predikat sebagai satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang dianugerahi potensi pariwisata bahari dan alam yang sangat besar.

“Walaupun tidak ada mal, tetapi Alhamdulillah Berau ini merupakan salah satu mutiara yang ada di Kalimantan Timur, karena Berau ini memiliki potensi pariwisata satu-satunya di Kalimantan Timur,” ungkap Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, memaksimalkan potensi wisata ini menjadi tugas yang sangat krusial, terutama dalam mengawinkan pengelolaan kekayaan sumber daya alam dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Oleh karena itu, kontribusi aktif dari berbagai elemen organisasi wanita dan kemasyarakatan sangat dinantikan untuk menggairahkan roda ekonomi warga.

Selain fasilitas penunjang di lokasi wisata yang terus ditambah dan diperbaiki, pembangunan infrastruktur jalan di Berau sudah berjalan dengan sangat baik.

Kini pembangunan jalan menyisakan sekitar 10 persen lagi untuk fase penyelesaian akhir.

Secara bertahap, perbaikan fisik di lapangan akan terus digeber dengan menyesuaikan anggaran daerah.

“Infrastrukturnya tinggal sedikit lagi, yang mana merupakan kewenangan provinsi dan kabupaten itu akan kita selesaikan,” katanya.

Di samping pembenahan akses jalan, UMKM kerajinan tangan khas daerah juga menjadi atensi yang harus didorong demi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Beberapa hasil kerajinan otentik Berau saat ini sudah mulai dipajang di sejumlah hotel guna menarik minat beli para pelancong luar daerah, seperti di Hotel Mercure.

Agar produk lokal tersebut mampu bersaing secara kualitas dan estetik, ia mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha di lapangan.

“Pembinaan dan pendampingan sangat kami harapkan oleh OPD terkait, karena ini akan berdampak sekali secara ekonomi untuk masyarakat dalam meningkatkan perekonomian yang lebih baik,” jelasnya.

Sri Juniarsih juga menaruh harapan besar agar para tokoh masyarakat beserta perusahaan swasta bisa ikut ambil bagian membantu program ini.

Keterlibatan pihak eksternal diakui sangat penting mengingat ruang gerak anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan.

Skema pendampingan berbasis ekonomi kreatif dan UMKM menjadi salah satu format penyaluran dana CSR yang paling ideal.

Program ini diyakini mampu memberikan kontribusi sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kemandirian finansial masyarakat lingkar tambang maupun perkebunan.

“Jadi kita butuh kerja sama yang baik yang solid untuk mengangkat ekonomi kita yang tentu saja kembali kepada masyarakat,” pungkas Sri Juniarsih. (*/Adv)

Berita Terkait