Mediatani. Id, Kaltim- Masih maraknya aksi penangkapan hiu secara ilegal di perairan Kepulauan Derawan menuai sorotan.
Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai hal tersebut terjadi akibat masih minimnya pengawasan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Kasus ini kembali mencuat setelah beredarnya foto penangkapan hiu oleh pelaku yang berasal dari Semporna, Malaysia dan Kalimantan Utara.
Kejadian yang berulang ini memantik kemarahan publik, mengingat hiu merupakan satwa dilindungi sekaligus magnet utama wisata bahari Berau.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menegaskan, Pemkab Berau akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti permasalahan ini.
“Kita sesuai dengan kewenangan, nanti koordinasi itu dengan provinsi. Langkah kita lakukan yaitu terus koordinasi dengan pemerintah provinsi,” ungkap Majid,Selasa (21/7/2026).
Meskipun belum mengetahui pasti peruntukan hiu hasil tangkapan tersebut, Majid menekankan pentingnya perlindungan yang tegas terhadap ikon wisata daerah ini.
Ia menilai maraknya kasus eksploitasi oleh pihak luar menjadi bukti nyata bahwa patroli wilayah perairan masih terlampau kurang.
“Rata-rata sering dilakukan dari luar. Berarti kan butuh peningkatan pengawasan lagi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” tegasnya.
Majid berharap pengawasan di perairan Berau dapat lebih ditingkatkan dan disertai penindakan hukum yang tegas kepada para pelaku demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. (*)





