Berau Divers Kutuk Keras Pembantaian Puluhan Hiu untuk Umpan di Perairan Derawan

Oleh
mediatani.id
Diposting
Jumat, 17 Jul 26
Bagikan

Mediatani. Id, Kaltim- Komunitas penyelam lokal, Berau Divers, mengecam keras aksi perburuan dan pembantaian puluhan ekor hiu di kawasan wisata bahari Pulau Derawan.

Kasus ini mencuat setelah aparat UPTD KKP3K KDPS mengamankan sejumlah nelayan asal Malaysia dan Kalimantan Utara (Kaltara) yang kedapatan mencincang satwa dilindungi tersebut untuk dijadikan umpan pancing rawai laut dalam.

Dari tangan pelaku, petugas menyita 30 ekor Tawny Nurse Shark, 8 ekor Blacktip Reef Shark, dan 2 ekor Giant Shovelnose Ray.

Tindakan keji tersebut memicu kemarahan para pegiat lingkungan dan penyelam di Berau yang selama ini aktif menjaga kelestarian biota bawah laut.

Salah satu anggota Berau Divers, Fitriani, menegaskan, aksi tersebut telah melanggar aturan konservasi dan para pelaku sangat layak dijatuhi sanksi berat yang setimpal.

“Hiu itu kami cari kalau nyelam, sulit ditemukan. Ini malah dijadikan umpan,” ucap Fitriani dengan nada kesal melalui wawancara WhatsApp, Jumat (17/7/2026).

Penyelam bersertifikasi ini menambahkan, tidak ada alasan pembenaran apa pun bagi nelayan untuk menghabisi nyawa satwa tersebut, sekalipun demi memenuhi kebutuhan tangkapan ikan di laut dalam.

“Kalau statusnya dilindungi, tidak boleh dihabisi. Tidak fair begitu caranya,” tegasnya.

Senada, anggota Berau Divers lainnya, Hendra Pranata, mengapresiasi kesigapan personel UPTD KKP3K KDPS yang berhasil menindak kedua pelaku.

Namun, ia mengingatkan agar pihak berwenang tidak lengah terhadap potensi pelanggaran serupa yang dilakukan oleh oknum lain.

Hendra meminta instansi terkait segera meningkatkan intensitas patroli dan memperkuat fasilitas pendukung di lapangan demi mencegah kasus serupa terulang.

“Ditopang juga dengan fasilitas pendukung untuk pengawasan. Sebelum ini terlambat,” pesan Hendra.

Ia menekankan pentingnya mengutamakan langkah pencegahan secara masif dibanding sekadar penindakan.

Sebab, dalam kasus terakhir ini, puluhan hiu tersebut ditemukan sudah dalam kondisi mati tak bernyawa, yang jelas menjadi kerugian besar bagi ekosistem dan daya tarik wisata bawah laut Berau. (*)

Berita Terkait