Daging Ayam di Berau Surplus hingga Kirim ke Kaltara, Pasokan Aman 3 Bulan ke Depan

Oleh
mediatani.id
Diposting
Selasa, 2 Jun 26
Bagikan

Mediatani. Id, Berau- Dinas Pangan Berau memastikan pasokan daging dan telur ayam aman dan mencukupi hingga dua bulan ke depan.

Ketersediaan dua bahan pangan ini dipastikan berada dalam kondisi terkendali tanpa ada potensi kelangkaan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, menjelaskan, pasokan daging dan telur ayam dari para peternak saat ini sangat melimpah, bahkan jumlahnya mengalami surplus.

Saking melimpahnya, daging ayam dari Berau kini rutin didistribusikan hingga ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

“Sangat cukup, malah surplus kita itu. Karena saya pernah hadir di Kaltara, ternyata daging ayam dari Kaltara itu ada yang kurang,” ungkap Basri kepada Berauterkini, Selasa (2/6/2026).

Melihat potensi tersebut, pihaknya berencana mengadakan kerja sama antar daerah.

Melalui kesepakatan tersebut, komoditas pangan apa pun yang mengalami surplus di Berau akan disalurkan ke Bulungan.

Sebaliknya, jika ada komoditas dari Bulungan yang surplus dan dinilai kurang Berau, maka pasokan tersebut akan dikirimkan ke Berau.

Basri menegaskan, Kabupaten Berau sama sekali tidak melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di daerah, melainkan murni mengandalkan hasil produksi mandiri dari para peternak lokal.

“Dari kita, produksi kita. Makanya kita kirim ke sana, kita kirim ke Bulungan,” ujarnya.

Kondisi yang serupa juga terjadi pada komoditas telur ayam, di mana jumlah ketersediaannya di Berau saat ini sangat mencukupi.

Basri mengonfirmasi, harga telur di tingkat pedagang terpantau berada dalam kondisi standar dan tidak sedang mengalami lonjakan harga, mengingat pasokan sangat terjaga.

Untuk komoditas telur sendiri, pemenuhannya sejauh ini disuplai dari wilayah Sulawesi dan Jawa. 

Sistem distribusi yang lancar membuat telur asal Sulawesi kini sangat mudah didapatkan oleh masyarakat di Berau.

“Telur itu kecukupannya dalam artian kita disuplai sama Sulawesi dengan Jawa. Kalau daging ayam kita itu memang produksi di sini,” terangnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2026, Kabupaten Berau belum pernah sekalipun kekurangan dua bahan pangan tersebut. 

Pihaknya juga baru saja menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Wakil Bupati Berau.

Berdasarkan hasil evaluasi, ketahanan pasokan pangan ini diproyeksikan aman bahkan hingga tiga bulan ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, apabila sewaktu-waktu terjadi kekurangan pasokan secara mendadak, Dinas Pangan Berau telah menyiapkan skenario untuk segera menyuplai barang dari daerah terdekat, terutama dari Kota Samarinda.

“Belum ada. Pernah kami rapat TPID beberapa hari yang lalu dengan Wabup, itu kita ke depan itu 2-3 bulan cukup,” pungkas Basri. (*)

Berita Terkait