Mediatani.id, Berau- Petani di Kampung Sumber Mulya, Talisayan menerima bantuan alsintan berupa Corn Combine Harvester, panen jagung jadi lebih efisien.
Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau belum lama ini menerima satu unit corn combine harvester. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para petani dalam memanen jagung.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi melalui Pejabat Analis Sarana dan Prasarana Pertanian, Hermansyah mengatakan, penyaluran alat pertanian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya tanaman jagung, di wilayah pesisir Kabupaten Berau
“Satu unit corn combine harvester telah kami berikan kepada para petani disana, dan kegunaannya untuk memudahkan panen jagung, di mana nantinya jagung-jagung tersebut langsung jadi jagung pipil. Dan kami harapkan produksi jagung bisa meningkat disana,” imbuhnya
Lebih lanjut, Hermansyah menerangkan bahwa alat corn combine harvester merupakan mesin panen modern yang dirancang khusus untuk memanen jagung secara otomatis. Alat ini mampu melakukan tiga proses penting dalam satu waktu, yakni memanen, merontokkan, dan membersihkan biji jagung langsung di lahan pertanian.
Dengan begitu, ia bilang, respon masyarakat sangat senang karena alat panen jagung tersebut merupakan usulan mereka yang sdh lama ditunggu.
Pasalnya, dengan adanya corn combine harvester para petani dapat melakukan efisiensi waktu dan tenaga dibandingkan dengan metode panen manual yang memakan waktu dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Meskipun harga alat ini tergolong tinggi, tapi dalam jangka panjang mampu mengurangi biaya operasional dan tenaga kerja,” kata dia
Hermansyah menambahkan, pemberian alat ini juga sekaligus menjadi bagian dari program modernisasi pertanian yang dicanangkan DTPHP Berau, agar petani mulai beralih dari cara-cara tradisional ke pertanian berbasis mekanisasi.
Dia mengatakan bahwa di tahun ini, DTPHP Berau, akan membagikan sebanyak 178 unit alat pertanian jenis yang berbeda-beda kepada para petani lokal yang ada di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal.





