Realisasi Investasi Berau Triwulan I 2026 Tembus Rp1,51 Triliun

Oleh
mediatani.id
Diposting
Jumat, 5 Jun 26
Bagikan

Mediatani. Id, Berau- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan investasi di Kabupaten Berau menembus angka Rp8 Triliun pada tahun ini. 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau melaporkan, realisasi investasi pada Triwulan I/2026 saat ini telah menyentuh Rp1,51 triliun.

Capaian tersebut sekitar 18 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp8,42 triliun.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan, pada 2025, realisasi investasi di Berau sebenarnya mampu terlampaui hingga lebih dari 100 persen. 

Menurutnya, catatan gemilang tahun lalu itulah yang kemudian membuat Pemprov Kaltim menaikkan target investasi Berau secara signifikan, yakni dari Rp4,5 triliun melonjak menjadi Rp8 triliun lebih.

“Mungkin dilihat dari itu Berau mampu, targetnya dari Rp4,5 triliun menjadi Rp8 triliun. Agak berat tapi namanya tugas ya kita laksanakan,” ungkap Nanang kepada Berauterkini, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan, dalam mengejar target besar tersebut, pihaknya sama sekali tidak memilih-milih sektor mana yang harus diutamakan atau diistimewakan untuk realisasi investasi.

Bagi DPMPTSP Berau, seluruh sektor industri merupakan skala prioritas daerah. 

Kendati demikian, ke depan investasi diharapkan bisa mulai fokus bergerak merata dan tidak hanya menumpuk di sektor pertambangan.

Investasi diharapkan juga harus menyasar sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

“Terutama di bidang perikanan, di bidang pertanian ini perlu kita dorong karena kita punya potensi yang belum kita garap secara maksimal, termasuk juga wisata kita,” ujarnya.

Sektor tambang dinilai sudah sepatutnya mulai diimbangi dengan sektor-sektor produktif lainnya. 

Hal ini lantaran wilayah Berau merupakan pintu gerbang utama pariwisata di Kalimantan Timur.

Sehingga, jika masyarakat luar mencari kata kunci “wisata”, maka semua keunggulan potensi wisata Berau akan langsung terlihat.

Nanang menjelaskan, para investor yang sudah menanamkan modalnya hingga mencapai total Rp1,51 triliun pada Triwulan I/2026 terbagi dalam dua corak modal.

Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sektor tanaman pangan dan perkebunan mencatatkan nilai Rp375.673.239.016 atau sebesar 48,73 persen.

Menyusul di bawahnya, pertambangan menyumbang Rp207.064.590.582 atau 26,86 persen. 

Di posisi berikutnya, sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi mencatatkan realisasi modal sebesar Rp92.049.791.946 atau berada di kisaran 11,94 persen. 

Secara total keseluruhan, PMDN memberikan kontribusi yang sangat signifikan yakni sebesar Rp770.992.734.973 atau setara 14 persen dari target tahunan melalui sebaran total 579 proyek yang bergerak di wilayah Berau.

Sementara itu, investor lewat jalur Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan realisasi jumbo sebesar Rp740.950.142.233 atau sekitar 25 persen dari target tahunan melalui eksekusi 80 proyek strategis.

Rincian serapan modal asing tersebut didominasi sektor industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan dengan nilai mencapai Rp526.747.138.500 atau 71,09 persen. 

Kemudian, sektor industri kayu sebesar Rp132.499.999.500 atau 17,88 persen, serta sektor pertambangan yang berada di angka Rp30.644.196.000 atau sekitar 4,14 persen.

“Kalau investor sih banyak, sebenarnya sudah ada cuma kan ini baru Triwulan I. Alhamdulillah sudah mencapai satu koma lebih triliun,” jelas Nanang.

Bahkan, ia membocorkan, saat ini sudah ada beberapa investor baru lainnya yang mulai masuk membidik sektor pariwisata dengan rencana jangka panjang ingin membangun fasilitas resort mewah di Pulau Maratua.

Proses administrasinya pun sudah dikoordinasikan secara intensif dengan DPMPTSP Berau. 

Ia mengatakan sejauh ini investor yang tercatat paling banyak menanamkan modal besarnya pada bidang konstruksi dan pembangunan pabrik fisik, salah satunya adalah PT Kiani Kertas.

Dengan melihat terus tumbuhnya gelombang pemodal yang masuk dan mempersilakan modalnya berputar di daerah, ia menilai Berau saat ini telah berada pada posisi daerah yang sangat dipercaya kalangan dunia usaha.

“Saya kira ya bidang perikanan, pertanian, ini alhamdulillah bisa naik, termasuk juga perkebunan. Sektor pertambangan alhamdulillah bisa naik gitu. Berarti kan Kabupaten Berau dipercaya investor-investor untuk menanamkan modalnya,” pungkas Nanang. (*)

Berita Terkait