Mediatani. Id, – Mentan Amran Sulaiman meminta perusahaan kelapa sawit untuk menaikan harga TBS.
Petani kelapa sawit di sejumlah wilayah di Indonesia mengeluhkan anjloknya harga TBS sawit dalam beberapa pekan terakhir.
Mentan Amran Sulaiman menegaskan, turunnya harga TBS merupakan anomali lantaran harga CPO dunia mengalami kenaikan.
Terlebih nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan terhadap dolar yang berdampak pada ekspor CPO.
“Tidak ada lagi harga yang turun, harus naik seperti kondisi semula,” ujar Amran Sulaiman dikutip dari YouTube Kementerian Pertanian, Senin (8/6/2026).
“Bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Kenapa? karena nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10 persen, jadi minimal naik seperti semula,” tegasnya.
Menurut Amran Sulaiman, pihaknya telah mengantongi ada sekitar 300 perusahaan kelapa sawit atau PKS yang belum menaikan harga TBS.
Dia menegaskan, jika perusahaan tersebut tak segera menaikan harga TBS maka Kementan akan bersurat ke Satgas Pangan Polri untuk melakukan pemeriksaan.
“Dan ada 270 hingga 300 perusahaan yang belum menaikan harga, dan kami kirim utusan ke Polda dan Dirkrimsus untuk ditindaklanjuti, kita harus jaga petani kita, jangan kita rugikan mereka,” ujarnya.
“Yang 300 ini kita akan cek, kita akan periksa, kenapa tidak naikan seperti semula,” ucapnya.
Lebih jauh, Amran Sulaiman menegaskan para pengusaha kelapa sawit sudah sepakat untuk membeli TBS sawit petani dengan harga normal seperti biasa.
Karena itu dirinya menegaskan tak ada lagi alasan untuk menurunkan harga TBS sawit.
“Ini anomali, di saat yang harusnya naik, tidak ada alasan untuk turun, semua sepakat untuk naik seperti semula,” ucapnya.





