30 Pelaku IKM Kaltara Ikuti Workshop BSPJI dan BPDP, Limbah Sawit Disulap Jadi Produk Bernilai Jual

Oleh
mediatani.id
Diposting
Selasa, 23 Jun 26
Bagikan

Mediatani. Id, Kaltara- Potensi besar industri kelapa sawit di Kalimantan Utara tidak hanya terletak pada produksi minyak sawit mentah (CPO), tetapi juga pada pemanfaatan limbah dan produk sampingnya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. 

Melihat peluang tersebut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juni 2026, ini merupakan bagian dari program peningkatan nilai ekonomi produk kerajinan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah dan produk samping sawit bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kalimantan Utara.

Workshop tersebut mendapat dukungan penuh pendanaan dari BPDP dan diikuti oleh 30 pelaku usaha kerajinan yang berasal dari empat kabupaten, yakni Bulungan sebanyak 14 peserta, Malinau enam peserta, Nunukan lima peserta, dan Tana Tidung lima peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara yang sekaligus membuka acara, perwakilan BPDP, Ketua Dekranasda Kabupaten Bulungan, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Utara, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulungan.

Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku IKM dalam mengolah limbah serta produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang diversifikasi usaha berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan, khususnya di wilayah sentra perkebunan sawit dan pabrik pengolahan CPO di Kalimantan Utara.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik pembuatan kerajinan anyaman serta kertas seni berbahan baku kelapa sawit. Para peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki daya saing dan peluang pasar yang luas.

Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae, mengatakan Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat besar. Namun selama ini, pemanfaatan sawit masih lebih banyak terfokus pada produk utama berupa minyak sawit dan turunannya.

Menurutnya, limbah dan produk samping sawit seperti pelepah, lidi, dan serat memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah menjadi produk kreatif.

“Melalui workshop ini, kita diajak melihat sawit dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai sumber daya kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku IKM kerajinan di Kalimantan Utara,” ujarnya

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah dan produk samping sawit menjadi produk kerajinan merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan.

“ Selain mampu mengurangi limbah, upaya tersebut juga diharapkan melahirkan produk-produk unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah.l,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP yang diwakili Anwar Sadat selaku Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau berbasis sawit melalui program pemberdayaan UMKM dan IKM.

Menurutnya, sinergi antara BPDP dan BSPJI Samarinda menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis sumber daya perkebunan yang berkelanjutan.

“Potensi pengembangan industri kerajinan berbasis sawit di Kalimantan Utara dinilai sangat menjanjikan. Selain memiliki posisi geografis yang strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kaltara juga berada pada jalur perdagangan regional yang membuka peluang pasar lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor perkebunan sawit menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Kalimantan Utara saat ini memiliki luas perkebunan kelapa sawit lebih dari 579 ribu hektare yang didukung oleh 20 pabrik pengolahan kelapa sawit yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.

“Melalui workshop ini, para pelaku IKM diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan produk-produk inovatif berbasis limbah sawit yang bernilai jual tinggi. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (fai)

Berita Terkait