Mediatani.id, Berau- Sebuah video wisatawan menunggangi penyu di Pulau Derawan saat malam hari viral di media sosial.
Aksi itu menuai sorotan, termasuk dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, yang menegaskan perlunya kesadaran wisatawan dalam menjaga kelestarian satwa laut yang menjadi ikon wisata daerah.
Ilyas Natsir, menilai tindakan wisatawan tersebut sangat merugikan penyu.
Menurutnya, penyu di Derawan dikenal ramah terhadap manusia, sehingga harus diperlakukan dengan baik, bukan justru dijadikan hiburan dengan cara yang membebani hewan itu.
“Itu kasihan penyunya, jadi beban. Penyu di Derawan itu Alhamdulillah bersahabat, sangat bersahabat, dan tidak liar. Karena itu kita harus memperlakukannya dengan baik,” ujarnya kepada Berau Post, Selasa (19/8).
Ilyas menekankan, menaiki penyu apalagi di daratan jelas tidak boleh dilakukan. Pihaknya selama ini juga gencar memberikan edukasi, tidak hanya kepada wisatawan, tetapi juga kepada pengelola destinasi wisata agar mereka bisa menyampaikan informasi yang benar.
“Agar tidak membebani binatang seperti itu. Jangan dinaiki, jangan dipukul. Sebaiknya diperlakukan dengan baik,” tegasnya.
Terlebih, penyu di Pulau Derawan memiliki sifat unik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Satwa ini cenderung bersahabat dengan manusia dan setia terhadap lokasi tempat bertelur.
“Mereka itu hewan yang sangat setia. Kalau bertelur di Derawan, pasti kembali ke Derawan. Kalau bertelur di Sangalaki, pasti kembali ke Sangalaki. Jadi mereka ingat di mana tempatnya,” terangnya.
Atas alasan itu, ia berharap semua pihak turut menjaga agar penyu tetap merasa nyaman dan tidak terganggu. Interaksi yang dilakukan wisatawan semestinya tidak mengganggu kebiasaan alami satwa laut tersebut.
“Kalau diperlakukan dengan baik, mereka akan tetap bersahabat dengan manusia,” katanya.
Pun pengelola destinasi wisata di Pulau Derawan juga memiliki peran penting. Mereka diimbau untuk memberikan pemahaman dan standar operasional prosedur (SOP) kepada wisatawan mengenai cara berinteraksi dengan satwa laut, khususnya penyu, pungkasnya.
“Imbauan bagi pengelola berarti untuk mengedukasi wisatawan. Jangan sampai berlaku sesuatu yang merugikan atau membuat satwa merasa terancam,” ucapnya.
Kejadian wisatawan menunggangi penyu ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Baik wisatawan maupun masyarakat lokal diminta mengambil pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita berharap ke depan tidak ada lagi hal seperti ini. Wisatawan bisa lebih menghargai dan menyayangi binatang,” tutupnya.





