Mediatani.id, kaltim- Berawal dari hobi memasak dan kegemaran membuat camilan, Wiwin Andriani berhasil mengembangkan usaha makanan ringan lokal yang kini telah bertahan selama delapan tahun.
Usaha yang diberi nama Wihaza ini menjadi salah satu UMKM yang terus berkembang dengan menghadirkan berbagai produk camilan favorit masyarakat.
Nama Wihaza sendiri memiliki makna khusus bagi sang pemilik.
Wiwin menjelaskan, nama tersebut diambil dari gabungan nama dirinya dan anaknya sebagai bentuk kebersamaan keluarga dalam membangun usaha.
“Awalnya karena hobi memasak dan membuat camilan. Selain itu, saya juga ingin memiliki penghasilan tambahan sendiri,” ujar Wiwin.
Sejak dirintis delapan tahun lalu, Wihaza terus menghadirkan beragam produk olahan, mulai dari keripik tempe, keripik pisang, keripik sukun, akar serampai, stik keju, kacang bawang, peyek kacang hingga udang papai.
Di antara berbagai produk yang ditawarkan, keripik tempe, keripik sukun, dan peyek kacang, menjadi produk unggulan yang paling diminati pelanggan.
Cita rasa yang khas serta kualitas produk yang terjaga menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Untuk menjaga kualitas produknya, bahan baku diperoleh dari toko sembako yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
Hal tersebut memudahkan proses produksi sekaligus mendukung perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.
Dalam perjalanan usahanya, Wiwin juga mengaku pernah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan UMKM yang diselenggarakan Diskoperindag Berau.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan tambahan pengetahuan dan motivasi untuk terus mengembangkan usaha.
Ia berharap masyarakat semakin mencintai dan bangga menggunakan produk lokal.
Sebab, membeli produk UMKM tidak hanya mendukung pelaku usaha, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan membeli produk lokal, berarti kita ikut memajukan ekonomi Kabupaten Berau dan membantu sesama pelaku UMKM untuk terus berkarya serta naik kelas,” pungkasnya. (*/Adv)





