Imbas Kemarau El Nino, Ratusan Hektare Sawah di Samarinda Terancam Gagal Panen

Oleh
mediatani.id
Diposting
Sabtu, 22 Agu 26
Bagikan

Mediatani. Id, Samarinda- Kemarau panjang yang dipicu El Nino menjadi ancaman bagi lahan pertanian di Kota Samarinda. Sekitar 200 hektare sawah yang tersebar di sejumlah kawasan tercatat belum memasuki masa panen dan masih membutuhkan pasokan air.

Jika tak ditangani, ratusan hektare sawah ini terancam puso alias gagal panen.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapangtani) Samarinda, Noke Pattipawaej, mengatakan lahan yang belum panen tersebut tersebar di Sambutan, Palaran, Loa Janan, dan Samarinda Utara.

Dijelaskannya, kondisi tanaman di setiap wilayah berbeda. Sebagian lahan telah selesai dipanen, sementara lainnya masih berada pada fase pengisian bulir padi yang sangat membutuhkan ketersediaan air. 

“Total kalau yang belum panen untuk keseluruhan kita masih menghitung, masih koordinasi, tapi mungkin sekitar 200 hektare untuk Kota Samarinda. Artinya Sambutan, Palaran, Loa Janan, sama Samarinda Utara,” kata Noke saat diwawancarai Jum’at, 21 Agustus 2026.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di Sambutan. Dari sekitar 180 hektare lahan sawah di kawasan tersebut, sebagian telah memasuki masa panen.

Namun, masih terdapat lahan yang belum dipanen dan berisiko mengalami puso apabila kekeringan terus berlanjut hingga akhir Agustus.

Noke mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena tanaman padi yang sedang memasuki fase pengisian bulir membutuhkan air dalam jumlah cukup.

Jika pasokan air tidak terpenuhi, produktivitas tanaman dapat menurun bahkan berpotensi menyebabkan gagal panen. 

“Yang kita khawatirkan itu jika sampai akhir bulan ini tidak ada hujan, khawatirnya mengalami puso atau kekeringan,” tutur dia.

Berita Terkait