Mediatani. Id, Kaltim- Rumah Batik Berau kembali menerima kunjungan wisatawan mancanegara.
Kali ini, seorang turis asal Belanda datang untuk melihat langsung koleksi batik khas Berau sekaligus mengenal lebih dekat budaya yang menjadi inspirasi berbagai motif batik daerah tersebut.
Pemilik Rumah Batik Berau, Roly Evanali, mengatakan, kunjungan wisatawan asing ke galerinya bukanlah hal baru.
Sebagian besar mengetahui keberadaan Rumah Batik Berau dari rekomendasi teman yang pernah berkunjung maupun informasi yang diperoleh dari pihak hotel.
“Dari referensi teman-teman mereka yang sebelumnya sudah berkunjung. Ada juga yang dibantu pihak hotel untuk menemukan alamat galeri kami,” ujarnya pada Berauterkini, Jumat (21/8/2026).
Menurut Roly, wisatawan mancanegara umumnya tertarik pada produk batik handmade, baik batik tulis maupun batik cap.
“Minggu lalu juga ada wisatawan dari Singapura yang berkunjung,” terangnya.
Mereka tidak hanya membeli batik sebagai cinderamata, tetapi juga ingin mengetahui proses pembuatannya secara langsung.
Namun, keinginan tersebut sering terkendala waktu kunjungan.
Sebab, sebagian besar wisatawan datang pada malam hari, sedangkan kegiatan workshop pembuatan batik hanya berlangsung hingga sore hari.
Motif biota laut menjadi salah satu yang paling diminati wisatawan asing.
Motif penyu, hiu paus (whale shark), dan ubur-ubur banyak menarik perhatian karena sebagian besar pengunjung baru selesai menikmati wisata bahari di Kepulauan Derawan dan sekitarnya.
Selain itu, wisatawan juga tertarik dengan cerita dan filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik.
Penjelasan mengenai budaya serta kehidupan suku Dayak menjadi pengalaman tersendiri yang menambah nilai dari produk batik yang mereka beli.
“Ketika kami menjelaskan tentang suku Dayak dan filosofi motifnya, mereka sangat tertarik. Storytelling seperti itu yang membuat mereka semakin mengenal budaya Berau,” katanya.
Roly berharap kunjungan wisatawan mancanegara ke Rumah Batik Berau dapat terus meningkat.
Selain membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal, hal itu juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada dunia internasional. (*/Adv)





