Mediatani. Id, Kaltim- Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi nyata pemulihan ekosistem terumbu karang di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk, Kabupaten Berau.
Program ini menggabungkan integrasi pemetaan citra satelit, penyusunan naskah kebijakan (policy brief), hingga pemasangan media terumbu karang buatan (Bioreeftek).
Pemetaan awal habitat pesisir yang dilakukan mahasiswa UGM, Tafwid Mahabbah, mencatat luas terumbu karang mati di area studi Teluk Sulaiman mencapai 585,33 hektare, sementara terumbu karang hidup menyisakan 126,26 hektare.
Hasil peta bersama policy brief karya Ruth Mutiara Sharon Siringoringo tersebut resmi diserahkan kepada Pemerintah Kampung Teluk Sulaiman pada 28 Juli 2026 sebagai basis data pengelolaan wilayah pesisir.
Sebagai aksi konkret di lapangan, Hisyam Naufal Gibran bersama perangkat desa dan Forum Peduli Lingkungan Kampung Teluk Sulaiman (FORLIKA) melakukan penyelaman untuk memasang media Bioreeftek di perairan Pulau Sigending Besar pada 30 Juli 2026.
Kawasan ini dipilih lantaran riwayat kerusakan terumbu karang akibat aktivitas pengeboman ikan di masa lalu.
Pemasangan Bioreeftek berbahan pemanfaatan limbah batok kelapa ini menjadi intervensi awal tempat menempelnya biota laut baru, yang nantinya akan terus dipantau secara berkala.
Sekretaris Kampung Teluk Sulaiman, Suryandi Lesmana, menyambut positif terobosan dan kepedulian para mahasiswa dalam memulihkan ekosistem laut di wilayahnya.
“Program kerja Bioreeftek ini dilaksanakan di Pulau Sigending Besar untuk menjawab permasalahan terumbu karang yang mati. Kami mendukung penuh program ini karena dapat memanfaatkan limbah batok kelapa menjadi media terumbu karang,” ujar Suryandi.
Melalui sinergi data spasial, aksi restorasi, serta keterlibatan aktif warga lokal, kolaborasi ini diharapkan menjadi pijakan keberlanjutan perlindungan laut dan pengembangan ekowisata di pesisir Teluk Sulaiman. (*)





