Disbudpar Berau Klaim Destinasi Wisata Tetap Ramai Pengunjung, Rupiah Anjlok Nggak Ngaruh!

Oleh
mediatani.id
Diposting
Rabu, 10 Jun 26
Bagikan

Mediatani. Id, Kaltim- Sektor pariwisata di Kabupaten Berau dilaporkan tetap ramai didatangi wisatawan di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini tengah melemah. 

Meski anjloknya nilai rupiah sempat dikhawatirkan bakal membawa dampak besar bagi daya beli masyarakat serta memicu kelesuan industri wisata, fakta di lapangan diklaim menunjukkan kondisi yang sebaliknya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, menilai, selama ramainya pemberitaan mengenai pelemahan ekonomi tersebut, arus kedatangan penumpang di bandara maupun dermaga wisata terpantau stabil tanpa adanya pengurangan.

Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, setiap harinya tercatat selalu ada yang masuk ke Berau melalui laut maupun udara.

Menurutnya, jatuhnya rupiah tidak memberikan pengaruh besar terhadap minat berlibur ke Berau.

Hal itu dibuktikan dengan konsistensi ramainya sejumlah objek wisata andalan daerah.

“Tiap hari selalu ada, baik dari mancanegara maupun yang dari kota-kota lain. Saya kira secara umum tidak berpengaruh besar,” ujar Yudha kepada Berauterkini, Selasa (9/6/2026).

Yudha memaparkan, tren peningkatan kunjungan wisatawan di Berau biasanya terjadi pada momen hari libur panjang nasional.

Lonjakan penumpang akan terlihat sangat jelas ketika ada tanggal merah yang posisinya berdekatan dengan akhir pekan seperti Jumat, Sabtu, atau Minggu.

Guna memastikan kenyamanan publik, pihaknya mengklaim selalu memonitor data kedatangan wisatawan secara berkala, baik di area bandara maupun dermaga wisata.

Sejauh ini, untuk wisatawan mancanegara ke Berau, ia mengakui masih didominasi yang datang dari Cina.

Yudha juga memberikan klarifikasi mengenai dampak peristiwa gempa bumi di Filipina yang terjadi baru-baru ini. 

Ia mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke kawasan pesisir selatan Berau, mulai Kecamatan Talisayan hingga Bidukbiduk.

Berdasarkan hasil pantauan tersebut, tidak ditemukan adanya pengaruh besar atau dampak merusak dari aktivitas seismik negara tetangga itu.

Ia memastikan, guncangan gempa tersebut sama sekali tidak sampai menimbulkan gelombang air laut besar yang dapat membahayakan keselamatan warga lokal maupun pengunjung di tepi pantai. 

Meskipun sempat ada imbauan kewaspadaan BMKG dan BPBD, aktivitas masyarakat dan pariwisata di pesisir Berau dipastikan tetap berjalan normal.

“Tapi kalau dilihat dari video-video yang ada itu enggak seberapa, jadi aktivitas masih seperti biasa,” pungkas Yudha. (*)

Berita Terkait