Didominasi Lansia, Pemkab Pacu Lahirnya Petani Generasi Baru Lewat Kolaborasi Swasta

Oleh
mediatani.id
Diposting
Rabu, 1 Jul 26
Bagikan

Mediatani.id, Tanjung Redep- Masa depan sektor pertanian di Kabupaten Berau tengah menghadapi tantangan serius. Di balik besarnya potensi lahan pertanian, mayoritas petani didominasi kelompok usia yang semakin mendekati masa tidak produktif atau lanjut usia (Lansia). 

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bergerak cepat menyiapkan regenerasi petani agar sektor pangan tetap bertahan di masa depan. Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah menggandeng dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Pemkab Berau tengah menyusun program pembinaan petani muda yang diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau, Tentram Rahayu, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memastikan tersedia sumber daya manusia yang akan melanjutkan aktivitas pertanian dalam beberapa tahun ke depan.

“Banyak petani kita yang sudah memasuki usia di atas 45 tahun. Kalau regenerasi tidak segera dilakukan, dikhawatirkan sektor pertanian akan mengalami kekurangan tenaga produktif di masa mendatang,” ujarnya.

Data Dinas Ketahanan Pangan Berau hingga akhir 2025 menunjukkan kondisi tersebut. Dari total 17.842 petani yang terdaftar, sebanyak 7.216 orang atau sekitar 40,4 persen berada pada rentang usia 46 hingga 60 tahun. Sementara petani berusia di bawah 30 tahun hanya mencapai 2.195 orang atau sekitar 12,3 persen.

Melihat komposisi itu, pemerintah menilai perlu adanya upaya yang lebih agresif untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap dunia pertanian. Menurut Tentram, sektor ini tidak lagi identik dengan pekerjaan konvensional, tetapi memiliki peluang besar apabila dikelola dengan pendekatan modern, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan usaha berbasis agribisnis.

Karena itu, program bersama PT Pamapersada Nusantara tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis bertani, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga mendorong lahirnya petani muda yang memiliki jiwa wirausaha.

Sebagai langkah awal, pemerintah dan pihak perusahaan telah menggelar rapat koordinasi penyusunan program pada 24 Juni lalu. Program tersebut disiapkan sebagai model kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat regenerasi petani di Berau.

Tentram berharap kehadiran program ini mampu menciptakan generasi petani yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Harapan kami, anak-anak muda mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha yang memiliki prospek. Jika regenerasi berjalan baik, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat di masa mendatang,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait