Mediatani. Id, Kaltim- Musim kemarau mulai berdampak terhadap harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Berau. Kenaikan paling terasa pada komoditas sayuran yang pasokannya mulai sulit, sementara harga ayam potong juga masih berada di atas harga normal.
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita, mengatakan, kondisi kemarau membuat sejumlah jenis sayuran mengalami kenaikan harga.
Tanaman yang membutuhkan cukup air terdampak kondisi kering, sehingga pasokannya berkurang dan lebih sulit ditemukan di pasaran.
Adapun harga sayur bayam saat ini mencapai sekitar Rp 20 ribu per ikat, sementara kangkung berada di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per ikat. Padahal umumnya harga keduanya hanya berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu saja per ikat.
Kondisi serupa juga mulai menjadi perhatian terhadap komoditas beras. Musim kemarau berpotensi memengaruhi hasil panen di sejumlah wilayah. Jika kondisi tersebut berlanjut, harga beras diprediksi ikut mengalami kenaikan.
“Beras mungkin diprediksi akan naik juga karena kemarau, banyak yang gagal panen. Di antaranya yang terdampak kondisi kemarau adalah Kampung Semurut dan Buyung-Buyung,” ujarnya kemarin (2/9).
Selain itu, harga ayam potong juga masih tinggi. Berdasarkan pantauan Dinas Pangan Berau, harga ayam potong berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas pangan lainnya masih relatif terkendali. Harga telur saat ini berada di kisaran RpL 53 ribu hingga Rp 60 ribu per piring.
Harga bawang merah sekitar Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.
Dewi menyebut harga bawang bahkan sempat turun melalui promo di Pasar Adji Dilayas hingga Rp 25 ribu per kilogram.
Untuk daging sapi lokal, harganya berada di kisaran Rp 170 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi Bulog dijual dengan harga sekitar Rp 135 ribu per kilogram.
Dinas Pangan terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas, terutama bahan pangan yang mulai terdampak kondisi kemarau.
Kenaikan harga sayuran dan potensi gangguan produksi beras menjadi perhatian apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.
Kondisi tersebut juga dirasakan salah seorang pedagang ayam, Isnan. Katanya, saat ini dirinya menjual ayam dengan harga sekitar Rp 39 ribu per kilogram. Padahal harga normal sebelumnya berada di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga ayam sudah berlangsung sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hingga kini belum kembali ke harga sebelumnya.
“Sejak ada MBG harga ayam jadi naik sampai sekarang belum turun. Mungkin bisa jadi sampai akhir tahun harga masih mahal,” katanya.
Meski begitu dia mengaku, dalam sehari Ia rata-rata menjual sekitar 100 ekor ayam. Pasokan ayam diperolehnya langsung dari peternak di Kampung Sukan Tengah. (aja/sam)





