Cegah Stunting, DPTPH Kaltim edukasi pangan B2SA

Oleh
mediatani.id
Diposting
Minggu, 16 Agu 26
Bagikan

Mediatani.id, Balikpapan- Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan edukasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) menjadi langkah strategis dalam upaya mencegah dan mempercepat penurunan stunting di daerah ini.

“Selain mendorong pola konsumsi pangan yang lebih sehat, kegiatan ini juga mendukung program nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan pengetahuan gizi sejak dini,” kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Minggu.

Implementasi dari upaya pemenuhan gizi tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Sosialisasi Rumah Pangan B2SA dan Edukasi Konsumsi Pangan B2SA Goes to School (BGTS) yang digelar di SMPN 10 Balikpapan.

Fahmi menjelaskan bahwa program edukasi berkelanjutan ini dirancang secara khusus untuk menyasar kelompok keluarga dan generasi muda khususnya pelajar agar lebih menyadari pentingnya asupan nutrisi seimbang.

“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar mampu memaksimalkan dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar mereka sebagai sumber gizi harian keluarga,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, agenda strategis pengentasan kerawanan gizi ini mengedepankan kolaborasi lintas kelembagaan agar intervensi yang diberikan dapat merata dan tepat sasaran.

Sinergi terpadu tersebut secara langsung melibatkan DPTPH Kaltim bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, serta Tim Penggerak PKK pada tingkat provinsi hingga kota.

“Kolaborasi aktif bersama kader PKK dan kelompok masyarakat sipil ini menjadi kunci utama dalam membangun budaya konsumsi pangan sehat langsung dari dapur keluarga di akar rumput,” ujar Fahmi.

Pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan juga diperkuat dengan menggandeng secara langsung Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Mekar yang berlokasi di wilayah Sungai Nangka, Balikpapan Selatan.

Melalui dukungan berkelanjutan pada program Rumah Pangan B2SA, kelompok masyarakat tersebut sebagai pembangun kesadaran makanan bergizi bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap pembudayaan pola makan B2SA ini dapat secara efektif memperbaiki status gizi warga sekaligus mewujudkan generasi penerus Benua Etam yang unggul dan sehat di masa depan.

Berita Terkait