Gamalis: Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat. UMKM Cuan di Festival Bekudung Betiung

Oleh
mediatani.id
Diposting
Jumat, 3 Jul 26
Bagikan

Mediatani. Id, Kaltim- Festival Budaya Bekudung Betiung 2026 di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat dan budaya Suku Dayak Ga’ai.

Agenda tahunan ini juga membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di antara ratusan pengunjung yang memadati kawasan Festival Bekudung Betiung, terdapat deretan stan UMKM yang menjajakan beragam produk lokal.

Mulai dari kuliner khas Berau, kerajinan tangan, hingga aneka produk kreatif laris diburu pengunjung selama pelaksanaan festival.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, penyelenggaraan festival budaya memiliki manfaat ganda.

Selain menjaga kelestarian warisan leluhur, acara ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Menurutnya, setiap agenda budaya yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat harus mampu memberikan dampak ekonomi, sehingga kesejahteraan warga ikut meningkat.

“Festival seperti ini bukan hanya menjadi ruang untuk melestarikan budaya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM memasarkan produknya kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang. Perputaran ekonomi inilah yang ingin terus kita dorong,” ujarnya.

Gamalis menilai antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti kegiatan budaya mampu menarik banyak pengunjung.

Kondisi tersebut secara otomatis memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha lokal yang terlibat.

Ia berharap ke depan semakin banyak produk unggulan Berau yang dipromosikan dalam setiap pelaksanaan festival, sehingga UMKM memiliki pasar yang lebih luas.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pemkab Berau juga terus berupaya meningkatkan kualitas Festival Bekudung Betiung agar menjadi agenda wisata budaya yang lebih besar.

Salah satunya dengan memperjuangkan festival tersebut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikelola Kementerian Pariwisata.

“Kalau festival ini nantinya masuk dalam KEN, tentu dampaknya akan semakin besar. Wisatawan yang datang akan lebih banyak dan otomatis UMKM kita juga akan mendapatkan manfaat yang lebih luas,” kata Gamalis.

Ia menegaskan, sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan UMKM menjadi strategi yang terus didorong Pemkab Berau agar pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya daerah.

Melalui penyelenggaraan Festival Bekudung Betiung yang rutin digelar setiap tahun, Gamalis optimistis budaya lokal akan tetap lestari sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di Bumi Batiwakkal. (*/Adv)

Berita Terkait