Mediatani. Id, Berau- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), menggandeng swasta dalam upaya mencetak petani muda tangguh, salah satunya dengan mengoptimalkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Pencetakan petani muda dan tangguh ini sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan agar Berau tidak perlu mendatangkan bahan pangan dari daerah lain,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau Tentram Rahayu di Tanjung Redeb, Kaltim, Kamis.
Saat ini, ia mengatakan Kabupaten Berau menghadapi tantangan regenerasi petani, sebagian besar petani sudah berusia lanjut, sedangkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih rendah. Karena itu diperlukan perhatian bersama agar tidak berdampak pada ketahanan pangan di masa mendatang.
Berdasarkan data per akhir 2025, tercatat jumlah petani terdaftar di Berau mencapai 17.842 orang. Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 11.924 orang atau 66,8 persen adalah laki-laki, sedangkan sisanya 5.918 orang atau 33,2 persen merupakan perempuan.Sementara itu, berdasarkan kelompok usia, sebagian besar petani masuk dalam rentang usia produktif menua, yakni 46–60 tahun sebanyak 7.216 orang atau 40,4 persen, diikuti kelompok usia 30–45 tahun sebanyak 5.475 orang atau 30,7 persen.
Kelompok usia di atas 60 tahun berjumlah 2.956 orang atau 16,6 persen, sedangkan generasi muda di bawah 30 tahun baru mencapai 2.195 orang atau sekitar 12,3 persen dari total petani.Data ini menunjukkan adanya kecenderungan penuaan tenaga kerja pertanian di Berau, sehingga pemerintah daerah terus mendorong program penyuluhan, kemudahan akses permodalan, dan pengembangan usaha tani yang lebih menarik untuk meningkatkan minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Untuk itu, ia mengatakan kerja sama antara Pemkab Berau dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) diharapkan mampu menghadirkan program yang mampu menarik minat generasi muda, agar melihat sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan dan memiliki prospek ekonomi yang baik.
Pihaknya bersama PAMA pun pada Rabu (24/6), menggelar rapat koordinasi terkait penyusunan rencana pelaksanaan program petani muda tersebut, sebagai bentuk komitmen membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.
“Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga ketersediaan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan yang memiliki potensi pertanian,” ujar Rahayu.





