Tambah 100 Hektar Lahan, Berau Jaga Ketahanan Pangan

Oleh
mediatani.id
Diposting
Selasa, 14 Apr 26
Bagikan

Mediatani.id, Berau- Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tahun ini menambah pencetakan sawah baru seluas 100 hektare untuk mewujudkan ketahanan pangan, sebagai upaya menyejahterakan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

“Hingga 2025, total luas cetak sawah di Kabupaten Berau mencapai 425 hektare. Luasan tersebut akan bertambah 100 hektare pada 2026 ini seiring persiapan pencetakan sawah baru, sehingga total akan menjadi 525 hektare,” kata Wakil Bupati 

Ia mengatakan bahwa ratusan hektare lahan tersebut tersebar di beberapa kampung, di antaranya Kampung Buyung-Buyung, Labanan Jaya, Melati Jaya, dan Kampung Merancang Ulu.

Salah satu sawah yang sudah tercetak tahun ini adalah lokasi cetak sawah rakyat di Kampung Labanan Jaya, dengan penanaman perdana yang ia lakukan bersama pihak terkait pada Kamis (9/4/2026).

Gamalis menyatakan bahwa program cetak sawah rakyat menjadi upaya nyata pemerintah dalam membuka lahan produktif baru, termasuk untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Berau.

Pencetakan sawah ini juga sebagai bentuk penegasan bahwa program pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas daerah dalam mendukung swasembada pangan dan pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

“Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Berau sebagai salah satu lokasi pelaksanaan cetak sawah rakyat di Provinsi Kalimantan Timur, hal ini tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki daerah ini,” katanya.

Kabupaten Berau, katanya lagi, tidak hanya memiliki ketersediaan lahan yang memadai, tetapi juga didukung oleh kualitas lahan pertanian yang baik untuk pengembangan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan bahan pangan lainnya.

Dia juga mengakui masih adanya tantangan dalam sektor pertanian, yakni masih rendahnya minat generasi muda untuk terjun menjadi petani. Kondisi ini menyebabkan mayoritas petani saat ini masih didominasi oleh kalangan usia lanjut.

Namun demikian, penyuluhan kepada masyarakat dan kaum muda terus kita lakukan secara intensif. Termasuk pemanfaatan teknologi modern untuk pertanian agar kaum muda tertarik memproduksi bahan pangan.

“Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan produksi pertanian, sekaligus mendorong minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” kata Gamalis.

Berita Terkait