Tak Sampaikan Amanat Pada 17-an, Dua Hari Sebelumnya Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Yang Komprehensif Pada Sidang MPR/DPR/DPD RI

Oleh
mediatani.id
Diposting
Minggu, 17 Agu 25
Bagikan

Mediatani.id, Berau- Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto tidak menyampaikan pidato pada Upacara Peringatan HUT RI ke-80 yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Sabtu (17/8/2025). 

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB telah berjalan secara khidmat dengan urutan acara resmi sesuai pedoman yang ditetapkan pemerintah. 

Berdasarkan Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-25/M/S/TU.00.03/08/2025, rangkaian upacara dimulai dengan penyambutan Presiden dan Wakil Presiden, pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPR, pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka. 

Rangkaian peringatan HUT RI ke-80 masih akan dilanjutkan dengan penurunan bendera pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

Sampai upacara yang disiarkan secara langsung di kanal resmi Sekretariat Kabinet itu selesai dilaksanakan, Prabowo Subianto tidak menyampaikan amanat. Namun sebelumnya, Presiden telah menyampaikan pidato kenegaraan yang komprehensif dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada Jumat (15/8/2025) di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI. 

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan dua hari sebelum peringatan kemerdekaan, Presiden Prabowo merefleksikan perjalanan 299 hari kepemimpinannya dan memaparkan visi-misi pemerintahan untuk masa depan Indonesia.

Presiden Prabowo dengan bangga melaporkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini dinilai sebagai investasi terbaik untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Pagi ini saya mendapat laporan dari Badan Gizi Nasional, sudah 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui sudah menerima Makan Bergizi Gratis setiap hari,” ungkap Presiden dengan penuh apresiasi kepada pelaksana program.

Ia membandingkan pencapaian Indonesia dengan Brasil yang membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima program serupa, sementara Indonesia berhasil mencapai setengahnya dalam waktu tujuh bulan.

Dalam bidang pangan, Presiden melaporkan pencapaian surplus produksi beras dengan stok cadangan nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah NKRI. “Untuk pertama kali dalam puluhan tahun, Indonesia bisa kembali mengekspor beras dan jagung,” kata Presiden dengan bangga.

Pemerintah juga telah meningkatkan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kilogram untuk memastikan petani menikmati keuntungan yang layak.

Presiden  Prabowo juga mengungkapkan penguasaan kembali lahan dan tambang ilegal, pemerintah telah menguasai kembali 3,1 juta hektare dari lahan sawit yang melanggar aturan. Selanjutnya, pemerintah akan menertibkan 1.063 tambang ilegal dengan potensi kerugian negara minimal Rp300 triliun.

Serta beberapa point yang disampaikan Presiden dalam pidatonya terkait penanganan korupsi, manipulasi ekonomi serta visi Indonesia Incorporated.

Mengakhiri pidatonya, Presiden menekankan pentingnya persatuan dalam mencapai cita-cita kemerdekaan. “Kita memilih beberapa tonggak sebagai tema kita: Bersatu, Berdaulat Rakyat Sejahtera. Rakyat harus sejahtera. Kalau rakyat tidak sejahtera, saya katakan kita gagal sebagai negara merdeka,” pungkasnya.

Berita Terkait