Mediatani.id, Berau- Gelombang demonstrasi yang marak di sejumlah daerah ikut menjadi perhatian di Berau.
Di tengah kondisi itu, rencana pelaksanaan Irau Manutung Jukut masih belum bisa dipastikan terlaksana, lantaran menunggu keputusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Beber Kepala Bidang (Kabid) Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Diskan Berau sekaligus Ketua Panitia Irau Manutung Jukut, Dewi Rosita, sebenarnya seluruh persiapan teknis sudah direncanakan sejak jauh hari.
Beberapa rapat telah dilakukan, termasuk mengenai penggunaan jalan di sepanjang Tepian Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya. Sosialisasi kepada pedagang kaki lima (PKL) juga sudah dilaksanakan.
“Kalau manutung jukut ditunda, persiapan tetap kami matangkan. Tapi kami mengikuti arahan dari Forkopimda,” katanya.
Bahkan kata dia, antusias masyarakat dalam event yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir itu sudah sangat tinggi. Itu terlihat dari jumlah peserta yang sudah mendaftar.
Hingga kini, tercatat ada 210 kelompok mengajukan diri untuk ikut serta, dengan jumlah petak mencapai 300 petak.
Selain itu, panitia juga telah menyiapkan bahan baku untuk kegiatan. Sebanyak 3.750 kilogram ikan akan dibagikan secara gratis.
Ikan tersebut dikemas dalam 25 kilogram per kantong, yang nantinya diserahkan kepada 150 tenda peserta.
Di antaranya untuk 40 sekolah dan 90 RT, sisanya untuk masyarakat umum akan dibantu oleh pihak ketiga.
Adapun dukungan dari pihak ketiga berkomitmen menyalurkan tambahan ikan sebanyak dua ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok masyarakat, termasuk paguyuban.
Dari data yang diperbolehkan sejauh ini, terdapat sekitar 50 paguyuban yang sudah mendaftar. Namun belum semua dapat terakomodir, sehingga pihaknya berharap ada tambahan dukungan lain dari pihak swasta.
“Dengan tambahan dari swasta, kita bisa membagi ikan gratis ke organisasi masyarakat dan paguyuban. Harapannya, ada lagi donatur lain sehingga semakin banyak yang bisa terbantu,” ungkapnya.
Bagi peserta penerima ikan gratis, panitia juga akan menyalurkan arang sebagai pelengkap.
Sementara itu, peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan swasta diwajibkan mandiri dalam menyiapkan kebutuhan masing-masing.
Tenda yang disediakan berukuran 4×4 meter. Namun, panitia memberi kebebasan bagi masyarakat yang ingin membawa tenda sendiri selama tempat masih tersedia.
Selain acara utama, panitia juga menyiapkan lomba manutung jukut. Lomba tersebut terbagi dalam empat kategori, yakni sekolah, umum, OPD, serta swasta termasuk BUMN dan BUMD.
Penilaian akan difokuskan pada kebersihan dan kesesuaian tema yang ditampilkan peserta.
Dewi menambahkan, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, terutama untuk memastikan kelancaran acara dan menghindari potensi gesekan di masyarakat.
Sebab, kegiatan ini rencananya akan melibatkan semua elemen masyarakat dalam satu tempat.
“Acara ini sudah diagendakan. Kami matangkan persiapannya sembari menunggu keputusan. Yang penting tidak sampai menimbulkan masalah di lapangan,” tegasnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, pihaknya berharap kegiatan Irau Manutung Jukut dapat berjalan sesuai rencana. Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil rapat Forkopimda.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan keinginannya agar kegiatan tahunan itu bisa dikemas lebih meriah dan mendatangkan wisatawan dari luar daerah.
Menurutnya, selain menjadi pesta rakyat yang ditunggu-tunggu masyarakat, irau manutung jukut juga bisa dijadikan magnet wisata yang memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung.
“Irau manutung jukut ini harus kita siapkan dari sekarang. Saya ingin tahun ini digelar lebih besar dan meriah, bisa mengundang wisatawan dari luar daerah,” terangnya.
Ia juga mendorong agar perangkat daerah yang terlibat, terutama Dinas Perikanan (Diskan) Berau bisa segera menyusun rencana kegiatan secara detail.
“Harus segera disiapkan. Saya ingin tahun ini benar-benar terasa suasana pesta rakyatnya. Kita punya potensi besar untuk menjadikan kegiatan ini sebagai atraksi budaya dan wisata yang khas dari Berau,” tambahnya.





