Mediatani.id, Berau- Dinas Pangan Berau memprediksi bahwa stok beras masih aman hingga akhir tahun 2025. Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan hal tersebut didorong oleh adanya panen raya di Kampung Buyung-Buyung pada Sabtu, (16/8/2025) mendatang, dan tambahan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah pusat.
“Saya prediksi stok beras di Berau ini masih aman hingga akhir tahun, malah kalau saya lihat stoknya ini meningkat dibandingkan dengan stok beras tahun lalu,” jelasnya. Dilansir dari Berauterkini.co.id, Jum’at (15/8/2025).
“Apalagi minggu depan ada panen raya dari Kampung Buyung-Buyung, sehingga produksi beras padi sawah di Berau akan bertambah sebanyak 129,5 ton,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rakhmadi Pasarakan menyebut ketersediaan beras di Berau saat ini masih mencapai 3.349 ton, dan kebutuhannya yang sebanyak 2.108 ton.
“Jadi kami masih punya neraca beras 1.241 ton. Maka stok beras masih aman bahkan hingga akhir tahun. Adapun ketersediaan beras ini gabungan dari impor dan lokal,” imbuhnya.
Selaras dengan hal ini, Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar, mengungkapkan bahwa Bulog berkomitmen untuk menyerap 10 persen produksi beras lokal dari sentra padi di Berau pada 2025.
Upaya ini dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian lokal dan mengakomodasi hasil panen petani.
Menurut Lucky, serapan beras lokal belum dapat terlaksana pada 2024 karena masa panen padi lokal telah lewat. Namun, formulasi penyerapan telah dirancang untuk mulai diterapkan pada tahun ini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan sentra padi, terutama di Kampung Buyung-Buyung. Karena panen padi lokal hanya dua kali setahun dan luas lahannya tidak terlalu besar, kami harus membuat formulasi yang pas. Selain itu, kualitas beras, seperti tingkat patahan, juga menjadi perhatian kami,” jelas Lucky.




