Berdayakan Mengolah Ayam Petelur, Warga Binaan Rutan Kelas II B Tanah Grogot Hasilkan Ratusan Butir Sehari

Oleh
mediatani.id
Diposting
Kamis, 23 Okt 25
Bagikan

Mediatani.id, Berau- Warga binaan Rutan Kelas II B Tanah Grogot, Paser diberdayakan mengelola ternak ayam petelur. Bahkan ratusan butir telur bisa dihasilkan dalam sehari.

Peternakan ayam petelur tersebut mampu menghasilkan ratusan butir telur setiap harinya.

Dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mandiri dan dijual ke masyarakat.

Karutan Tanah Grogot, Yusuf Mukharom mengatakan pengembangan peternakan tak hanya soal program kemandirian, melainkan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kandang ayam kami berkapasitas 205 ekor, mampu menghasilkan rata-rata 150 butir telur segar,” kata Yusuf Mukharom, Kamis 23 Oktober 2025.

Peternakan ayam petelur kian produktif dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Rutan Tanah Grogot. Terobosan ini dianggap lebih berpotensi berkembang.

“Kami melihat potensi besar dari sektor peternakan, terutama ayam petelur. Apalagi perawatannya yang relatif mudah,” ujarnya.

Dari sisi permintaan pasar disebut menunjukan tren yang terus meningkat, hal itu menandai pengembangan sektor peternakan begitu menjanjikan.

Pihak Rutan Tanah Grogot juga telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan lewat penambahan kapasitas kandang dan populasi ayam petelur.

Upaya ini utamanya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas di wilayah Kecamatan Tanah Grogot.

“Meningkatnya produksi telur justru akan membuka lebih banyak peluang pelatihan bagi warga binaan serta meningkatkan kontribusi kami terhadap ketahanan pangan lokal,” jelasnya.

Program peternakan ayam petelur ini dianggap bukan hanya soal produksi dan penjualan telur. Namun, menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan.

Dari banyaknya warga binaan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan positif, sehingga dapat menjadi bekal keterampilan setelah lepas menjalani masa hukuman.

“Dengan keterlibatan ini, warga binaan mendapatkan pelatihan kerja, keterampilan baru, serta rasa tanggung jawab,” pungkasnya.

Berita Terkait