Ambil Bagian Dalam Program Jagung 1 Juta Hektare, PT HBS Tawarkan Peluang Unit Usaha

Oleh
mediatani.id
Diposting
Selasa, 19 Agu 25
Bagikan

Mediatani.id, Berau- Panen perdana yang masuk dalam program Penanaman Jagung 1 Juta Hektare dilaksanakan di Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, (13/8).

PT Hutan Sanggam Berau (HSB) yang merupakan salah satu perusahaan daerah (perusda) turut terlibat dalam program yang diinisiasi Polri tersebut.

Dalam panen jagung hampir dua hektare itu, turut dihadiri jajaran manajemen PT HSB, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau Junaidi, Camat Segah Noor Alam, Kapolsek Segah Iptu Lisinius Pinem, Plt Senior Executive Vice President Perencanaan dan Pemasaran PT Inhutani I serta kepala Kampung Batu Rajang.

Manajer Pengamanan Hutan dan Humas, PT HSB, Anwar Kalfangare mengatakan, kehadiran pihaknya sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Panen perdana ini juga tak terlepas dari sinergi antara perusahaan, pemerintah kampung, dan dukungan pihak terkait.

“Bibit jagung disediakan oleh HSB, sementara lahan dan tenaga kerja berasal dari masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal program diversifikasi usaha yang digagas PT HSB yang selama ini hanya mengandalkan produksi kayu bulat. Sehingga perlu mengoptimalkan aset non-produktif.

“Beberapa tahun terakhir kami melakukan optimisasi aset, dan panen ini menjadi bukti bahwa sektor tanaman pangan memiliki potensi sebagai sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.

“Ke depan, kami akan menyusun feasibility study (FS) dengan melibatkan akademisi dan konsultan, agar pertanian jagung maupun komoditas lain dapat dilakukan secara semi-modern dengan teknologi yang tepat,” sambungnya.

Setelah panen perdana ini, Anwar menyebut luasan lahan jagung akan ditambah hingga 5 hektare.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya akan menyalurkan bantuan berupa bibit jagung, pupuk, dan herbisida untuk kelanjutan program penanaman di Kampung Batu Rajang itu.

“Langkah ini kami harapkan dapat memperluas areal tanam dan meningkatkan hasil panen pada musim berikutnya,” jelasnya.

Program ini juga diungkapkannya menjadi bagian dari skema Perhutanan Sosial dan Multiusaha Kehutanan.

Untuk Perhutanan Sosial pengelolaannya dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara Multiusaha Kehutanan dengan memanfaatkan area non-produktif berupa tanaman pangan di luar tanaman perkebunan.

Jika nantinya FS yang dilakukan pihak akademisi disetujui, pihaknya akan mengembangkan lahan hingga ratusan hektare untuk potensi unit usaha ini. Baik untuk komoditas jagung hingga tanaman kakao.

“Kami berharap program ini menjadi stimulus. Kalau masyarakat melihat ini berhasil, mereka akan terdorong menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi, bukan hanya sawit,” tutur Anwar.

Berita Terkait