Soroti Akses Model UMKM, Diskoperindag Siap Jadi Jembatan ke Perbankan

Oleh
mediatani.id
Diposting
Sabtu, 19 Sep 26
Bagikan

Mediatani. Id, Kaltim- Keterbatasan modal masih menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau untuk mengembangkan usahanya.

Menjawab persoalan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau berencana mempertemukan pelaku UMKM dengan seluruh perbankan melalui forum business matching.

Langkah ini dilakukan untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas sekaligus menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan.

Pemerintah daerah menilai masih banyak UMKM yang kesulitan memperoleh tambahan modal, baik karena keterbatasan informasi maupun kendala dalam memenuhi persyaratan kredit.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau tengah menyiapkan pertemuan yang akan melibatkan seluruh perbankan dan pelaku UMKM

“Nanti kami akan menjadwalkan dalam waktu dekat pertemuan antara seluruh perbankan, mereka kita pertemukan dengan para pelaku UMKM,” ujarnya.

Menurut Eva, persoalan pembiayaan masih menjadi tantangan yang kerap disampaikan pelaku UMKM. 

Selain penguatan sektor hulu dan ketersediaan bahan baku, akses terhadap modal usaha menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan pasar.

Ia mengungkapkan, salah satu keluhan yang sering muncul terkait persyaratan agunan saat mengajukan kredit. 

Karena itu, pemerintah daerah berupaya hadir sebagai fasilitator agar kedua belah pihak dapat berdiskusi secara langsung dan memahami ketentuan yang berlaku.

“Ini yang perlu kita sama-sama bicarakan, sehingga nanti tidak ada persepsi-persepsi yang salah, baik dari UMKM maupun dari perbankan,” katanya.

Selain membahas mekanisme kredit, forum tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan, termasuk berbagai skema kredit yang tersedia sesuai ketentuan perbankan.

Di sisi lain, Eva mengakui masih terdapat pelaku UMKM yang belum memenuhi persyaratan administrasi maupun kelayakan usaha untuk memperoleh kredit. 

Karena itu, pendampingan dan pemahaman mengenai proses pengajuan pembiayaan menjadi hal yang penting.

Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas juga mendorong pemanfaatan program kredit lunak sebagai salah satu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
 
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

“Kami mendorong OPD terkait membantu memfasilitasi pelaku UMKM mendapatkan kredit lunak untuk mendukung kemajuan usaha,” ujarnya.

Bupati menilai peluang pembiayaan yang tersedia saat ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM. 

Karena itu, peran OPD diperlukan untuk memberikan pendampingan dan informasi yang jelas terkait mekanisme pengajuan kredit kepada para pelaku usaha.

Dengan adanya pertemuan antara UMKM dan perbankan tersebut, pemerintah berharap akses permodalan bagi pelaku usaha di Berau semakin terbuka.

Sehingga, mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. (*)

Berita Terkait