DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kalimantan Timur melaksanakan audiensi silaturahmi bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Samarinda pada 1 Desember 2025.
Pertemuan ini menjadi langkah penting menuju pelaksanaan RAKERDA II PTI Kaltim, sekaligus upaya memperkuat peran organisasi pemuda tani dalam mendukung arah kebijakan ketahanan pangan daerah.
Audiensi berlangsung hangat dan produktif, dihadiri oleh pengurus DPD serta perwakilan DPC PTI dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam pemaparan awal, PTI Kaltim menjelaskan bahwa saat ini DPC di kecamatan-kecamatan telah bergerak membangun inisiatif pemuda tani desa, dan dalam waktu dekat akan dibentuk Sekolah Tani Muda di tiap kabupaten/kota untuk mencetak kader pertanian milenial.
PTI juga akan melaksanakan RAKERDA II sebagai momentum konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja DPC, dan penyusunan program strategis 2026–2027.
Fokus utama PTI ditegaskan berada pada sektor pertanian, kehutanan, kelautan, hortikultura pangan, dan perkebunan. Selain itu, PTI sedang mempersiapkan Agro Leaders Summit 2025, agenda besar untuk upgrading kapasitas, reshuffle kepengurusan pasif, serta perumusan strategi pergerakan pemuda tani Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim menyambut baik inisiatif PTI dan menegaskan bahwa tahun 2026 akan dijalankan sebagai tahun ketahanan pangan kolektif, yang menggerakkan TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta petani milenial secara terpadu.
Pemerintah menargetkan produksi 478.000 ton gabah kering tahun depan, dari jumlah saat ini yang masih berkisar 160–170 ribu ton. Beliau juga menyampaikan peluang kolaborasi konkret, di antaranya membuka tambak 5 hektare milik pribadi di Muara Badak untuk dijadikan demplot percontohan, bahkan bersedia memberikan dukungan modal jika ada pemuda yang serius bergerak.
Untuk mendorong ekosistem kebijakan, Wagub juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara BUMDes, kecamatan, karang taruna, serta program strategis nasional di tingkat desa.
Namun, terdapat tantangan fundamental di lapangan, yaitu minimnya jumlah penyuluh pertanian di beberapa wilayah. Menurut Wagub, idealnya satu penyuluh membina maksimal tiga desa dan harus memahami potensi komoditas lokal secara detail.
Di Kukar khususnya Tenggarong, telah muncul 35 pemuda tani yang bergerak aktif, namun membutuhkan dukungan kelembagaan dan teknologi.
Perkembangan mekanisasi, IOT, dan modifikasi handtractor turut menjadi bukti bahwa pemuda mampu melakukan pembaruan di sektor pertanian.
Dari masukan lapangan, muncul gagasan agar penyuluh memiliki data harga, komoditas, dan potensi ekspor-impor sehingga edukasi ekonomi pertanian dapat berjalan lebih serius. Saat ini harga panen gabah dari Bulog telah stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram.
PTI Berau turut menyampaikan kondisi riil yang tengah berjalan, terutama terkait pengembangan padi ladang varietas gigi dari Karawang yang memiliki masa panen lebih cepat, yaitu tiga bulan dibanding empat hingga lima bulan sebelumnya.
Namun, dukungan pemerintah masih lebih terpusat pada padi sawah, sementara padi ladang memiliki potensi besar di wilayah pedalaman.
PTI Berau juga menyampaikan adanya kendala penertiban Satgas PKH terhadap lahan sawit kawasan seluas 12.000 hektare yang tidak dapat dimanfaatkan petani. Berdasarkan diskusi teknis, terdapat peluang optimalisasi lahan melalui kategori LBS, Lahan Bera, OPLAH hingga OPLAH++, serta peluang menghidupkan kembali sawah-sawah mangkrak.
Selain itu, PTI Berau tengah menguji coba penggunaan abu boiler kelapa sawit sebagai bahan pemulih unsur hara tanah yang terbukti membuat tanaman padi lebih hijau setelah perlakuan di wilayah Segah, meskipun penelitian belum bersifat riset formal.
Audiensi ini menjadi pijakan strategis bagi PTI Kaltim untuk memperkuat struktur organisasi, menyusun langkah taktis menuju RAKERDA II, serta menghadirkan model pemberdayaan pemuda tani yang realistis dan solutif.
Pemerintah menyatakan keterbukaan untuk bekerja bersama PTI, selama program yang diusulkan memiliki arah jelas, basis data kuat, dan fokus pada kesejahteraan desa.
Ke depan, PTI Kaltim berharap dapat berdiri sebagai mitra sejajar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan, regenerasi petani, dan ekonomi pedesaan yang mandiri.
Dari Desa Kita Bangkit — Dari Pemuda Kita Memulai.





