Mediatani.id, Berau- Upaya mendukung ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif swasta.
Hal ini terlihat dari langkah pengusaha asal Berau, Oetomo Lianto atau akrab disapa Aliang, yang bersedia memberdayakan lahannya di Kecamatan Sambaliung untuk dijadikan area cetak sawah baru.
Langkah tersebut mendapat perhatian langsung Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Berau.
Kepala DTPHP, Junaidi, bersama timnya melakukan peninjauan awal ke lahan milik Oetomo, Rabu (18/9). Peninjauan difokuskan pada lahan seluas 10 hektare yang akan dijadikan uji coba, sebelum nantinya diperluas hingga 100 hektare.
“Ini salah satu program Pemerintah Pusat terkait ketahanan pangan. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga swasta ikut berperan. Rencana dari pemilik lahan, Pak Oetomo proyeksinya nanti bisa sampai 100 hektare,” kata Junaidi.
Ia menjelaskan, tahap awal akan dimulai dengan uji coba di lahan 8–10 hektare. DTPHP akan menurunkan tim teknis untuk mengecek kondisi lahan, termasuk menyiapkan pengolahan yang sesuai.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi keasaman tanah yang harus disiasati sejak awal.
“Kalau asamnya tinggi, harus disiasati agar pupuk bisa maksimal. Setelah pengolahan, diberikan pupuk alami sehingga saat penanaman, pH tanah sudah netral,” ujarnya.
Junaidi menambahkan, program cetak sawah baru di Berau sudah berjalan. Tahun ini, pemerintah mencetak sekitar 300 hektare lahan sawah.
Sementara tahun depan ditargetkan mencapai 2.000 hektare dengan pembiayaan dari pusat. Beberapa kecamatan sudah dipetakan sebagai lokasi pengembangan.
“Mudah-mudahan tambahan ini bisa memacu semangat masyarakat untuk ikut serta,” imbuhnya.
Sementara Oetomo Lianto menyampaikan, langkahnya ini merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional sekaligus memanfaatkan lahan pribadi agar lebih produktif.
Dia berharap pengembangan sawah di Sambaliung bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
“Kita ingin juga mendukung program Pemerintah Pusat. Kita punya lahan, biar termanfaatkan,” katanya.
Oetomo menyebutkan, tahap awal akan fokus pada lahan seluas 10 hektare. Jika hasilnya memuaskan, maka lahan yang digarap akan diperluas hingga mencapai 100 hektare.
“Rencana 10 hektare dulu uji coba. Kalau bagus, nanti 100 hektare kita garap,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih menyiapkan pengolahan lahan, termasuk penataan lokasi yang tepat agar tidak terkendala faktor teknis seperti pasang surut air.
Ia menilai dukungan dari pemerintah melalui pendampingan teknis akan sangat membantu dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan.
“Masih persiapan lahan tanamnya. Disusun agar punya lokasi yang tepat, karena kadang juga pasang surut air. Mudah-mudahan bermanfaat dan berjalan lancar,” pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal, diharapkan program ketahanan pangan dapat lebih cepat terwujud.





