Dapatkan Pelatihan Lapau Pangan B2SA, Kelompok Wanita Tani 5 Tingkatkan Kapasitas

Oleh
mediatani.id
Diposting
Minggu, 21 Sep 25
Bagikan

Mediatani.id, Berau- Enam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Berau mendapat pelatihan lapau pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dari Dinas Pangan Berau.

Pelatihan ini disertai bantuan berupa bibit sayuran hingga peralatan penunjang pertanian.

Analis Ketahanan Pangan Dinas Pangan Berau, Lina Normalina menyebut, 6 kelompok wanita tani yang menerima bantuan berasal dari Kampung Rantau Panjang, Merancang Ilir, Kayu Indah, Ampen Medang sebanyak dua kelompok, serta Sido Bangen.

Bantuan yang diberikan berbeda-beda, mulai dari benih sayuran hingga peralatan pertanian seperti cangkul, polybag, dan tandon air.

Pelatihan tersebut menyasar KWT untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang pertanian.

Tujuannya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan pendapatan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan pertanian.

“Target kami juga untuk peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga. Dengan meningkatkan ketersediaan pangan dan pendapatan keluarga,” ungkapnya, Jumat (19/9).

Lanjutnya, pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu cara penguatan ketahanan pangan.

Dengan menanam sayuran atau tanaman obat keluarga (toga), KWT dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Semula mereka membeli sayur, kunyit, atau jahe. Tetapi dengan pemanfaatan pekarangan, mereka bisa menanam sendiri. Uang yang tadinya untuk membeli sayur bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” jelasnya.

Pun kegiatan KWT ini juga mendorong peningkatan ekonomi kreatif. Para anggota KWT didorong untuk berinovasi dalam mengolah hasil pertanian.

“Misalnya singkong yang biasanya direbus bisa dibuat bolu singkong. Atau kunyit bisa diolah menjadi serbuk kunyit yang bisa dijual ke UMKM,” katanya.

Selain bantuan, KWT juga diberikan pelatihan teknis dengan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Berau.

Materi yang diberikan mencakup persiapan media tanam, pemilihan jenis tanah, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga panen.

“Cara menanam bayam, buncis, tomat, dan cabai itu berbeda. Jadi dengan pelatihan ini anggota KWT bisa memahaminya. Selain itu juga ada materi pembuatan pupuk organik, teknik perawatan tanaman, hingga pemasaran hasil panen,” tuturnya.

Ia menilai, salah satu kendala utama KWT adalah pemasaran produk. Selama ini hasil panen hanya dijual dari rumah ke rumah, belum memiliki pasar tetap.

Melalui pelatihan dan bantuan, diharapkan kelompok wanita tani dapat lebih mandiri sekaligus memperluas akses pasar.

“Jadi anggota KWT bisa memanfaatkan bantuan secara tepat guna sesuai yang diajarkan di pelatihan. Jadi tidak asal menanam, tetapi benar-benar sesuai teknik agar hasilnya lebih optimal,” tutupnya. 

Berita Terkait