Mediatani. Id, PPU- Percepatan masa tanam menjadi salah satu langkah yang dilakukan petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk menjaga produksi padi di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Strategi tersebut ikut menopang capaian produksi padi hingga Agustus 2026 yang tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian PPU, Gunawan, menyebut produksi padi hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 45.300 ton. Angka itu meningkat sekitar 2.500 ton dibandingkan produksi pada Agustus 2025 yang tercatat 42.800 ton.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terlepas dari langkah antisipasi yang telah disampaikan kepada petani sejak akhir 2025.
Dinas Pertanian kemudian menindaklanjuti upaya tersebut melalui surat resmi pada Maret 2026, sebagai peringatan terhadap potensi dampak El Niño terhadap kegiatan pertanian.
“Artinya, ada percepatan tanam yang dilakukan oleh petani kita. Sehingga, pada Agustus 2026 ini, kita sudah mendapatkan produksi kurang lebih 2.500 ton lebih tinggi dibandingkan 2025,” kata Gunawan.
Percepatan tanam menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan siklus budidaya dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Dengan penentuan waktu tanam yang lebih terencana, petani diharapkan dapat memanfaatkan periode ketika air masih tersedia untuk mendukung pertumbuhan tanaman hingga panen.





