Harga Pangan Melonjak Tinggi Memicu Inflasi di Daerah Kalimantan Timur dan Sejumlah Daerah

Oleh
mediatani.id
Diposting
Rabu, 2 Jul 25
Bagikan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras sampai 4,2 juta ton, di tambah penyerapan dari hasil panen petani oleh bulog sebesar 2,6 juta ton setara beras. Meski disebutkan oleh Bapenas stok beras perum bulog melimpah, namun Harga beras di berbagai daerah masih melonjak tajam.

Kenaikan harga beras terjadi di semua zona wilayah, termasuk wilayah Pulau Kalimantan. Bahkan di zona 2, 5 dari 10 Kabupaten dengan harga beras tertinggi ada di Kalimantan.

Dikutip detikFinance dari Youtube Kemendagri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 163 daerah pada minggu keempat Juni 2025 mengalami kenaikan beras. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan beras naik dibandingkan dengan minggu sebelumnya sebanyak 150 daerah.

Dilansir dari rilisan detikkalimantan,Amalia Adiningrat Widyasanti selaku kepada BPS menyampaikan bahwa mulai terjadi kenaikan harga beras di zona 1 pada minggu ke empat bulan juni 2025.

“Rata-rata harga beras di zona 1 dari seluruh kualitas (medium dan premium) sampai dengan minggu keempat Juni 2025, terjadi mulai kenaikan harga,” kata Amalia dalam rapat inflasi terbuka, Senin (30/6/2025).

Di wilayah zona 2 yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan mengalami kenaikan sebesar 0,48% di bandingkan dengan periode Mei 2025. Hingga saat ini, rata-rata harga beras di zona 2 mencapai Rp 15.400/kg.

Untuk perbandingan, pemerintah telah mengatur HET harga beras medium dan premium dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 tahun 2024 tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 tahun 2023 tentang HET Beras.

Beberapa daerah di Kalimantan mendominasi dalam daftar daerah dengan harga beras tertinggi, adapun wilayah lainnya yakni Kutai Barat, Kapuas Hulu, Tana Tidung, dan Melawi. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur masih menjadi daerah dengan harga beras tertinggi di zona 2.

Pemerintah Kalimantan Timur juga mencatat inflasi tahun ini mencapai 1,62% pada juni 2025 yang dipicu oleh kenaikan kenaikan bahan pangan terutama harga beras yang naik drastis.

.Dikutib dari Kaltimpost, Juliana, kepala BPS Kaltim menyampaikan bahwa inflasi terjadi akibat kenaikan harga yang tercermin dari naiknya harga yang tercermin dari naiknya Sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

“IHK (Indeks Harga Konsumen) naik dari 107,17 pada Juni 2024 menjadi 108,91 pada Juni 2025,” ujarnya.

Kelompok pengeluaran yang paling menyumbang inflasi yoy adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi 2,15 persen dengan andil 0,64 persen terhadap total inflasi.
Berita Terkait