Bayam dan Kangkung Jadi Pendorong Utama, Inflasi Berau September 2026 Capai 0,61 Persen

Oleh
mediatani.id
Diposting
Senin, 12 Okt 26
Bagikan

Mediatani. Id, Berau- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau mencatat inflasi bulanan pada September 2026 sebesar 0,61 persen (mtm) atau naik dibandingkan Agustus yang sebesar 0,46 persen.

Selain itu, berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS Berau, inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,99 persen dan inflasi tahun kalender (ytd) 2,44 persen. IHK Kabupaten Berau pada September 2026 berada di angka 112,98.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Kelompok ini mengalami inflasi 1,65 persen dengan andil 0,49 persen terhadap inflasi umum.

Komoditas yang paling mendorong inflasi bulan ini adalah bayam dengan andil 0,19 persen, disusul kangkung 0,13 persen, serta cabai rawit dan mentimun masing-masing 0,10 persen. 

Komoditas lain yang ikut mendorong inflasi adalah jagung manis, sawi hijau, tomat, beras, terong, dan bakso siap santap.

Berdasarkan rilis BPS, kenaikan harga bayam dan kangkung terjadi di tengah pasokan sayuran yang cenderung menurun.

“Karena kemarau panjang itu salah satu yang memengaruhi ketersediaan tanaman hortikultura,” ujar kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin.

Kekeringan berdampak pada tanaman sayuran dan membuat sebagian petani menunda waktu tanam, sehingga pasokan di sejumlah pasar berkurang.

Di sisi lain, sejumlah komoditas menahan laju inflasi. Penahan terbesar adalah ikan layang atau ikan benggol dengan andil minus 0,16 persen, diikuti ikan tongkol atau ikan ambu-ambu minus 0,09 persen.

Komoditas lain yang turut menahan inflasi adalah ikan kembung, angkutan udara, bawang merah, air kemasan, udang basah, cumi, minyak goreng, dan bahan bakar rumah tangga.

Dari 11 kelompok pengeluaran, dua kelompok mengalami deflasi pada September, yakni Transportasi sebesar 0,10 persen serta Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,08 persen.

“Secara tahunan, inflasi Berau sebesar 3,99 persen dengan tiga kelompok penyumbang utama,” tegasnya.

Pertama, Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 2,40 persen, antara lain dari daging ayam ras, bayam, kangkung, cabai rawit, sigaret kretek mesin, jagung manis, dan ikan bandeng.

Kedua, Transportasi dengan andil 0,77 persen, terutama bensin dan angkutan udara.

Ketiga, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,59 persen yang didorong emas perhiasan. (*)

Berita Terkait