Mediatani. Id, Kaltim– Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak kekeringan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan varietas tahan kering, pemanfaatan pompa hingga koordinasi modifikasi cuaca.
Kepala Dinas PTPH Kaltim Fahmi Himawan mengatakan mitigasi telah dilakukan sebelum kekeringan mencapai kondisi terparah. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian selama musim kering.
“Petani diarahkan memakai varietas genjah agar tanaman lebih tahan menghadapi kekeringan panjang,” kata Fahmi Selasa (6/10/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong petani menggunakan varietas padi berumur pendek. Jenis yang direkomendasikan antara lain Inpari dan Inpago yang dinilai lebih sesuai menghadapi keterbatasan air.
Selain varietas, pemerintah juga mendukung operasional pompa yang telah disalurkan kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bahan bakar minyak untuk menjalankan pompa yang tersedia di sejumlah daerah.
“Pompa yang tersedia harus dipindahkan jika lokasi sebelumnya kurang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Kaltim memiliki sekitar 303 unit pompa mobile berukuran tiga hingga empat inci. Pompa tersebut tersebar pada kelompok tani di kabupaten dan kota melalui dukungan pemerintah pusat.
Selain itu, terdapat lima unit pompa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) serta sekitar 70 unit yang telah didistribusikan sejak 2023. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal selama menghadapi kondisi kekeringan.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu menambah ketersediaan air.
“Operasi modifikasi cuaca sempat memberi tambahan air bagi sejumlah embung pertanian,” katanya.
Menurutnya, operasi tersebut memang belum memberikan dampak besar pada seluruh wilayah pertanian. Namun, hujan yang sempat turun membantu mengisi sejumlah embung yang berada di sekitar lahan pertanian.
“Koordinasi dengan BPBD masih terus dilakukan untuk menyesuaikan langkah penanganan karena kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027,” tutupnya.





