Mediatani. Id, Kaltim- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menerapkan pertanian modern advanced agriculture system (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produksi tanaman padi di wilayahnya.
“Populasi tanaman dapat mencapai dua kali lebih banyak dengan PM-AAS dibandingkan pola konvensional, bahkan dapat mencapai sekitar 1 juta rumpun,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan di Penajam, Jumat.
“Diharapkan dengan metode ini hasil panen petani minimal sekitar lima ton per hektare, dari selama ini hasil panen petani di kisaran 3-4 ton per hektare,” tambahnya.
Metode PM-AAS, yang dikembangkan Kementan, merupakan gabungan sistem tanam padi tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo.
Penerapan PM-AAS pengaturan jarak tanam yang lebih rapat, jelas dia, jarak tanam dalam barisan diatur rapat, sedangkan jarak antarbaris ditetapkan sekitar 20 sentimeter.
Metode PM-AAS membutuhkan benih padi yang lebih banyak dibandingkan sistem tanam tabela dan jajar legowo, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen, tetapi tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Satu hektare sawah bisa ditangani satu orang, sehingga menghemat ongkos tanam.
Kabupaten Penajam Paser Utara mendapatkan jatah PM-AAS 3.546 hektare dari total PM-AAS se-Kalimantan Timur yang mencapai 7.125 hektare
Sementara, secara nasional, pelaksanaan PM-AAS mencapai satu juta hektare, yang dilakukan bertahap hingga akhir 2026.
Pola pertanian modern pada lahan yang memungkinkan ditanami padi, kata dia, bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi padi sekaligus mendukung penambahan luas tanam padi secara nasional.
Sebanyak 29 Brigade Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara digerakkan melakukan penerapan PM-AAS dan diharapkan dapat menjadi acuan dalam budi daya padi, untuk selanjutnya diterapkan secara lebih luas, sebut Gunawan.





