Mediatani. Id, Kaltim- Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memastikan koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Salah satunya masih adanya kecenderungan sebagian pengurus koperasi menunggu dukungan dari pemerintah pusat sebelum memulai aktivitas usaha.
Menurutnya, semangat membangun koperasi harus diawali dengan kemandirian dan kemampuan membaca potensi yang dimiliki masing-masing desa maupun kelurahan.
“Kami melihat mindset ini perlu diperkuat. Koperasi tidak harus selalu menunggu bantuan pemerintah, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang ada di wilayahnya,” ujarnya.
Selain itu, Diskoperindag juga mencermati pentingnya penentuan lokasi gerai koperasi yang strategis agar mampu mendukung kegiatan usaha secara optimal.
Lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan bisnis koperasi.
Wahid menjelaskan, hasil evaluasi yang dilakukan saat pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdes juga menunjukkan masih perlunya peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi.
Sebagian besar pengurus dinilai masih membutuhkan pendampingan dalam memahami tata kelola koperasi maupun penyusunan rencana bisnis.
Menurutnya, kemampuan menyusun perencanaan menjadi fondasi utama agar koperasi mampu menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
“Kami mendorong agar pengurus memahami konsep koperasi, tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus memiliki kemampuan merencanakan bisnis, sehingga koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Evaluasi tersebut juga menemukan masih rendahnya jumlah anggota di beberapa Kopdes Merah Putih.
Padahal, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat sebagai anggota sekaligus pemilik koperasi.
Dia menilai, apabila pengurus mampu membangun kepercayaan masyarakat, koperasi dapat menghimpun modal dari simpanan anggota untuk menjalankan berbagai unit usaha produktif tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.
Ia mencontohkan, peluang usaha yang dapat dikembangkan antara lain pangkalan LPG, depot air minum isi ulang, layanan pembayaran listrik, hingga berbagai usaha lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Potensi itu sangat besar. Karena itu yang perlu diperkuat adalah kapasitas pengurus agar mampu mengelola usaha secara profesional,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Diskoperindag Berau akan terus memperkuat pembinaan, pendampingan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pengembangan Kopdes Merah Putih berjalan lebih optimal.
Melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, serta perencanaan usaha yang matang, Diskoperindag optimis Kopdes Merah Putih dapat berkembang menjadi koperasi yang mandiri, sehat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Berau. (*/Adv)





