DPUPR Berau Fokus Benahi 24 Jaringan Eksisting Tahun ini

Oleh
mediatani.id
Diposting
Selasa, 14 Jul 26
Bagikan

Mediatani. Id, Berau- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memilih memprioritaskan peningkatan kualitas jaringan irigasi yang telah ada dibanding membuka kawasan irigasi baru pada 2026.

Sebanyak 24 titik jaringan irigasi di 20 kampung menjadi sasaran program yang didukung anggaran Rp80,143 miliar dari APBD 2026.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan, seluruh kegiatan irigasi tahun ini masih berada pada tahap persiapan pelaksanaan.

Sebagian besar paket pekerjaan masih menjalani proses lelang, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap perencanaan.

“Belum ada pekerjaan yang berjalan di lapangan karena saat ini masih proses lelang. Bahkan ada beberapa titik yang masih dalam tahap perencanaan,” ujar Hendra kepada Berauterkini.

Menurut Hendra, arah kebijakan pembangunan irigasi tahun ini lebih difokuskan pada optimalisasi fungsi jaringan yang sudah tersedia.

Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi lahan pertanian yang telah ada.

Ia menjelaskan, mayoritas pekerjaan yang dilakukan berupa normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas jaringan agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal.

“Kebanyakan kegiatannya berupa normalisasi dan peningkatan kapasitas. Tahun ini memang tidak ada pembangunan wilayah irigasi baru,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap infrastruktur yang telah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya dapat berfungsi lebih maksimal, sehingga mampu mendukung produktivitas sektor pertanian.

Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), total anggaran Rp80,143 miliar tidak hanya digunakan untuk pekerjaan fisik, tetapi juga mencakup tahap perencanaan, pengawasan, operasional, hingga pelaksanaan lanjutan di lapangan.

Untuk pelaksanaannya, DPUPR Berau akan menggunakan dua metode pengadaan, yakni melalui pengadaan langsung dan mekanisme tender, disesuaikan dengan nilai serta ketentuan yang berlaku.

“Setelah seluruh tahapan pengadaan selesai, pekerjaan fisik semoga bisa segera dimulai, sehingga peningkatan fungsi jaringan irigasi dapat dirasakan petani pada musim tanam berikutnya,” tutupnya. (*)

Berita Terkait