Mediatani. Id, Berau- Sejumlah pedagang sembako di Tanjung Redeb membeberkan kondisi terkini pergerakan harga bahan pokok di pasaran.
Fluktuasi harga komoditas harian ini bertepatan dengan momen libur sekolah serta penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama masa liburan ini, grafik harga barang kebutuhan dapur terpantau naik turun dan cenderung tidak menentu akibat dinamika serapan pasokan di tingkat distributor.
Yeni, seorang pedagang sayur di Jalan Manunggal, Kelurahan Karang Ambun, mengungkapkan, komoditas bawang merah dan cabai besar saat ini justru sedang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan setelah sempat melonjak tinggi.
Bawang merah yang sebelumnya menembus Rp60 ribu kini turun menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai besar merosot hingga Rp20 ribu dari harga puncaknya, sehingga kini menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.
Untuk sayuran lain seperti wortel, kentang, hingga garam beryodium merek Segitiga G seharga Rp3 ribu per bungkus, harganya terpantau masih stabil.
“Agak turun saja, kemarin kan masih naik. Tapi lomboknya kemarin dia turunnya Rp20 ribu,” ungkap Yeni kepada Berauterkini, Selasa (7/6/2026).
Kondisi sebaliknya terjadi pada komoditas daging unggas. Fadli, seorang pedagang ayam dan telur, menyebut harga ayam potong di tokonya justru tengah merangkak naik.
Ayam ukuran sangat kecil yang biasanya hanya berkisar Rp32-34 ribu per ekor, kini melonjak hingga Rp40 ribu akibat minimnya pasokan ayam ukuran besar di pasaran.
“Naik, yang besar agak murah, cuma lagi enggak ada yang besar,” keluh Fadli.
Harga telur lokal non-omega masih bertahan di angka Rp2.500 per butir. Namun, telur omega justru mengalami penurunan harga dari Rp67 ribu menjadi Rp63 ribu per piring.
Kenaikan harga yang paling dirasakan masyarakat saat ini bergeser ke minyak goreng dan gula pasir.
Pemilik Warung Kelontong Naswa menyebutkan minyak goreng merek Tawon meroket menjadi Rp26 ribu per liter dari harga normal Rp23 ribu.
Di sisi lain harga beras terpantau stabil, namun gula pasir merangkak naik ke angka Rp22 ribu per kilogram.
“Beras enggak terlalu sih, yang paling keliatan minyak sama gula. Kemarin saya ambil satu saknya satu juta kan, saya jual sekarang 22 ribu,” pungkasnya. (*)





